Senin, 08 Juni 2015

Museum De Javasche Bank, Perjalanan Sejarah Bank Indonesia, Surabaya



Lokasi Museum De Javasche Bank

Museum The Javasche Bank beralamat di Jalan Garuda No. 1 Surabaya. Dengan titik koordinat -7.235302, 112.7368 [lihat di sini] Lokasinya berdekatan dengan Jembatan Merah Surabaya. untuk menuju museum ini sangat mudah, dari terminal Bungurasih / terminal Oso wilangun tinggal ambil bus jurusan JMP (Jembatan Merah Plasa), setelah turun di depan JMP tinggal jalan kaki ke barat satu gang dan lihat papan petunjuk Museum. tidak jauh dari museum de javasche bank juga ada museum house of sampoerna [buka di sini] yang layak dikunjungi.
peta lokasi sumber: google maps

Sejarah Museum De Javasche Bank

De Javasche Bank didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan kantor cabang Surabaya dibuka pada tanggal 14 September 1829 dengan menempati gedung De Javasche Bank ini.
Trem yang melintas de javasche bank lama sumber: tropen museum

gedung de javasche bank lama sumber: wikipedia

Pada tahun 1904, gedung itu kemudian dirobohkan dan dibangun ulang dengan luas sekitar 1.000 meter persegi dan bergaya neo renaissance empire dengan atap Mansart dan pilar ornamen Hindu-Jawa yang menghiasi eksterior gedung sampai saat ini.

De Javasche Bank cabang Surabaya ini pernah dikuasai oleh Pemerintah Kolonial Jepang pada tahun 1942 kemudian kembali beroperasi pada 6 April 1946, setelah tentara Sekutu berkuasa kembali.

Pada 1 Juli 1953, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia dan secara otomatis gedung De Javasche Bank di Jalan Garuda ini beralih fungsi menjadi kantor Bank Indonesia. Tetapi pada tahun 1973, kantor tersebut tidak digunakan lagi karena kapasitas gedung tidak cukup memadai untuk melakukan kegiatan operasional Bank Indonesia. Sehingga sebuah kantor baru didirikan di Jalan Pahlawan No. 105 dan hingga saat ini masih digunakan sebagai Kantor Bank Indonesia Surabaya.

Singkat cerita gedung ini telah berusia sekitar 186 tahun dan masih berdiri kokoh. Gedung ini juga menjadi saksi bisu lahirnya perbankan di Indonesia serta perkembangan perbankan sampai saat ini.


gedung museum de javasche bank sekarang. sumber: www.skyscrapercity.com


Gedung De Javasche Bank selesai dikonservasi pada awal tahun 2012 lalu dan menjadi salah satu bangunan cagar budaya milik Bank Indonesia (BI). Saat ini gedung De Javasche Bank berfungsi sebagai museum dan ruang pameran. Masyarakat juga dapat meminjam gedung tersebut untuk berbagai kegiatan seni, budaya, dan pendidikan.

Gedung Museum De Javasche Bank

Gedung de javasche bank memiliki 3 lantai, lantai dasar merupakan ruang bawah tanah (basement) yang difungsikan sebagai museum. Dalam museum ini terdapat berbagai koleksi yang ditampilkan dalam beberapa ruang, yakni Ruang koleksi Mata Uang Kuno, Ruang Koleksi Hasil Konservasi dan Ruang Koleksi Pusaka Budaya.

Pintu masuk museum

Melewati pintu masuk terdapat meja resepsionis, setelah mengisi buku tamu saya langsung melihat-lihat banner yang berisi gambaran sejarah Gedung De Javasche Bank.
resepsionis room

Pada Ruang koleksi Mata Uang Kuno memiliki pintu baja dengan ketebalan sekitar 50 cm. dilihat dari tebalnya tembok dengan pintu bajanya, saya berasumsi bahwa dahulu ruangan ini merupakan brangkas penyimpanan uang.

pintu baja super tebal


Masuk ke dalam ruangan koleksi uang kuno, berjajar etalase-etalase kaca yang berisi koleksi uang kuno dari zaman Belanda, baik uang kertas maupun koin. Sayangnya koleksi uang kuno yang ditampilkan kurang lengkap, padahal ini merupakan Museum Bank Indonesia. Saya sedikit tahu karena saya sendiri masuk dalam komunitas Numismatik (koleksi uang kuno).

uang kuno seri wayang favoritku

Kemudian masuk Ruang Koleksi Benda Konservasi terlihat sangat kosong, hanya terdapat dua meja yang menampilkan bahan bangunan gedung de javasche bank sebelum dikonservasi pada tahun 2012 lalu, seperti keramik dan genteng. di tampilkan juga replika emas batangan yang disimpan dalam wadah kaca yang diberi lubang agar kita masih bisa memegangnya.



buku dokumentasi konservasi de javasche bank

replika emas batangan

Lanjut sebelum naik tangga ke lantai dua terdapat mesin-mesin perbankan kuno seperti mesin potong uang, mesin penghitung uang dan mesin penghancur uang. terdapat juga foto-foto lama surabaya yang ditampilkan.
mesin penghancur uang

mesin penghitung uang

Pada lantai dua hanya  terdapat bilik-bilik kayu dibagian barat, selebihnya adalah ruang kosong. Dahulu tempat ini dijadikan aktivitas perbankan dari menyimpan uang maupun penarikan uang oleh nasabah, kemudian saat ini disulap menjadi ruang pameran umum. Biasanya ruangan ini sering dijadikan pameran seni dan budaya, seperti pameran lukis.

tour gaet museum de javasche bank di lantai dua

Dan lantai 3 merupakan ruang arsip. namun ruang tersebut tidak diperuntukan umum jadi kita hanya melihat dari bawah saja.

Jam Kunjung Museum De Javasche Bank

Museum ini buka setiap hari kecuali hari senin dari jam 08:00-16:00 WIB. Jadi tidak ada salahnya ketika berbelanja di JMP, kita menyempatkan waktu sebentar ke Museum De Javasche Bank.

Saat saya berkunjung ke Museum hari Minggu 24 Mei 2015 lalu, saya sampai di lokasi sekitar pukul 12:30 siang, suasana lumayan sepi. Hanya ada satu rombongan ibu-ibu beserta anaknya. Setelah saya mengisi buku kunjung barulah saya tahu bahwa sebelumnya sudah ada wisatawan asal nedherland. itu artinya keberadaan museum de javasche bank tidak hanya dikunjungi wisatawan domestik, namun juga wisatawan mancanegara. salah satunya Belanda.

Apabila kita menginginkan paket lengkap keliling tempat bersejarah Surabaya, di sini sudah dipersiapkan bus wisata yang siap mengantarkan anda. 

Tiket Masuk Museum De Javasche Bank 

Setiap pengunjung yang masuk dikenai biaya Rp. 0,- / GRATIS. Kurang enak apa lagi?..., sudah gratis, kita dapat banyak ilmu dan mengerti sejarah perbankan Indonesia yang KEREN ABIS!...

Indonesia itu indah...
Ngapain cuma di rumah!...


3 komentar: