Rabu, 01 April 2015

Eksotisme Goa Suci Tuban

jam 9 pagi, cahaya yg masuk menambah keindahan goa suci
Selasa, 31 Maret 2015 adalah kali ke dua saya berkunjung ke Situs Goa Suci di dusun Suci Desa Wangun Kecamatan Palang Kabupaten Tuban setelah sekitar 16 tahun yang lalu, tepatnya saat masih kelas 6 MI (Setara SD) bersama teman-teman dan Guru  Penjaskes.

Goa yang berstruktur batuan kapur ini bukan goa alam. Goa ini diyakini buatan manusia pada masa kejayaan kerajaan Majapahit. Hal itu diperkuat dengan pahatan angka tahun di salah satu dinding goa menggunakan angka jawa kuno yang menyebut tahun 1026.

Goa yang memiliki atap kerucut  dengan lobang di ujungnya ini sangat cantik, ditambah dengan dinding goa yang berundak-undak membuat kagum siapa saja yang melihatnya. Goa yang ditemukan sejak tahun 70an berkedalaman 14 meter tersebut,  kini telah dangkal akibat aktifitas penambangan batu kapur di sekelilingnya. Bahkan beberapa ruang goa juga telah hancur, sehingga mengancam keberadaan goa. hanya ada 4 ruang goa yang tersisa.

Papan Penanda Situs Goa Suci
Warga sekitar meyakini, goa Suci dibuat untuk tempat berkumpul para pejabat tiggi kerajaan  Majapahit. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya pahatan Arjuna (salah satu tokoh pewayangan) gambar perahu dan hewan berkaki empat yang tidak terlalu jelas jenisnya  di salah satu dinding goa.  Pahatan ini akan terlihat pada jam-jam tertentu, yakni saat matahari barada di ujung tombak, atau sekitar pukul 9 pagi. Ketika cahaya matahari masuk melalui ujung kerucut atap goa yang mengarah ke dinding bergambar pahatan itu semakin jelas.

Keindahan goa akan semakin tersasa saat jam 12 siang, dimana matahari tegak di atas kepala, suasana gelap goa menjadi terang seperti disinari lampu besar karena lobang goa di ujung kerucut tepat menyorot dasar goa yang memantul di dinding-dinding goa.

Saat berkunjung ke sini jangan sungkan bertanya pada warga sekitar karena dari papan penanda "SITUS GOA SUCI" tidak terdapat jalan resmi menuju goa, sehingga kita harus melewati halaman rumah penduduk dan jalan setapak persawahan. jadi titipkan saja kendaraan kita di warung yang ada di pinggir jalan menuju goa.

Tidak ada biaya tiket masuk maupun parkir namun sekedar saran saja, sebaiknya kita membawa lotion anti nyamuk atau memakai baju lengan panjang karena saat sampai di mulut goa kita sudah pasti disambut gerombolan nyamuk. Hati-hati juga saat menuruni tangga di ruang paling besar karena tangga kayu yang digunakan kondisinya sangat rapuh dan memprihatinkan.

Menurut Mbah Nur, sebutan warga pada Nur Aji (Juru Kunci Goa Suci),  goa ini sebenarnya sangat potensial bagi perkembangan pariwisata di Kabupaten Tuban. Sayang, sepertinya pemerintah belum berniat untuk menjadikan Goa Suci sebagai aset wisata Tuban. ” Selama saya menjadi juru kunci sampai sekarang hanya satu bupati yang perhatian dengan lokasi ini, padahal ini peninggalan yang semestinya diselamatkan dan dilestarikan,” kata Mbah Nur.

Pembangunan goa suci menggunakan tatah (alat pahat berukuran kecil), karena di dinding goa terdapat goresan-goresan kecil bekas tatah yang masih sangat nampak jelas.” Belum tentu orang jaman sekarnag bisa seperti ini, paling mereka ya merusak bisanya,” kata Mbah Nur menyayangkan kerusakan goa akibat  ulah tangan jahil manusia.

Sebenarnya, kerusakan pada Goa Suci tidak hanya disebabkan oleh aktifitas penambang kapur di sekitar goa, tangan jahil pengunjung goa juga banyak berkontribusi membuat keindahan goa ini berkurang. Beberapa dinding goa terdapat coretan cat maupun tatahan bentuk gambar maupun nama pengunjung yang sengaja ditulis saat berkunjung ke Goa Suci tanpa tujuan yang jelas. bahkan saat saya masuk di salah satu ruang yang tampak jarang dilalui pengunjung (agak rimbun dan banyak daun kering) tercium bau busuk, setelah berkeliling mata saya tertuju pada tumpukan sampah popok bayi yang menggunung.

gunungan sampah
Sebagai juru kunci sekaligus masyarakat sekitar Mbah Nur berharap, pemerintah turut campur dalam pelestarian situs Goa Suci, sebab jika tidak keberadaan goa tersebut akan semakin terancam dengan aktifitas penambangan kapur disekitarnya, apalagi hingga saat ini, tanah seluas kurang lebih setengah hektar itu masih menjadi hak milik warga setempat.” Saya berharap tanah ini dibebaskan pemerintah. Soalnya kalau yang punya lahan ini butuh uang bisa saja dijual dan kemudian ditambang, terus hilang situs ini,” pungkas Mbah Nur.

Jika anda igin berkunjung ke goa ini, ada dua jalan yang bisa ditempuh, yakni dari jalur pantura (Tuban dan WBL) atau dari jalur selatan (kecamatan Widang dan Babat)

  1. JALUR UTARA PANTURA: Dari pusat kota Tuban, kecamatan Palang berjarak sekitar 12 km. Dari timur pasar Ngaglik (kecamatan Palang) sebelum tugu perbatasan kab. Tuban-Lamongan anda belok kanan melewati jalan kampung yang menghubungkan kecamatan Palang dengan kecamatan Widang.Jarak antara pasar dengan desa Wangun (lokasi goa), sekitar 15 menit kendaraan bermotor. terdapat papan petunjuk menuju lokasi goa. [lihat lokasi di sini]
  2. JALUR SELATAN: Dari kecamatan Widang/ Pasar Babat, lihat SPBU Compreng, ke arah utara melalui desa Mrutuk dan desa Mlangi. Perjalanan menuju lokasi goa membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Sebelum sampai di lokasi goa, anda akan melewati hutan dan persawahan. Jika bingung, jangan ragu untuk bertanya pada orang-orang yang anda jumpai. Pada umumnya, penduduk desa sangat ramah. [lihat lokasi di sini]

 GALERI FOTO SITUS GOA SUCI

halaman goa suci
Jalan Setapak Menuju Mulut Goa suci
meskipun sudah ada papan larangan tetap ada saja pengunjung yg coret2
garis cahaya yg menerobos masuk
pohon besar di halaman goa suci


sudut ruang goa suci
lubang di atap kubah goa suci
tanah yg tebawa air hujan hampr menutup mulut goa suci
tangga turunan ke ruang goa suci
penambangan batu kapur di sekitar goa suci

15 komentar:

  1. masih banyak potensi wisata di sekitar kita yang belum terekspose,,,,,
    ayo sebarkan biar makin banyak yg tau, makin banyak yg datang,,,,

    BalasHapus
  2. Sipp...kalo ada waktu n kesempatan kesana...tp anda anterkan ya...hhhh..rmh nya d gubuk perantauan sebrang lautan(konco dewe)😜

    BalasHapus
  3. konco dewe nang perantauan akeh tapi gak ono seng nang gubuk hahaha

    BalasHapus
  4. Gak nang gubuk wes....tp nang sor parkiran....sapa coba tebak???....hhhhhh...

    BalasHapus
  5. bang heru iki.... ayo ngeblog bareng.....
    mosok isine kosong rek

    BalasHapus
  6. wah mantap mas segera di exploreeee dah mantap josshhh......

    BalasHapus
  7. musim liburan segera datang, siap2 wisata alam numpuk sampah....

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. nikmati liburannya dan bagikan keindahannya.... hehehe

      Hapus
  9. sip..sangat bermanfaat
    terus publikasikan wisata alam disekitar agartetap terjaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sob, masyarakat sekarang mulai melirik potensi wisata lokal...

      Hapus