Minggu, 26 April 2015

Air Terjun Banyu Langsih Tuban

Air terjun banyu langsih merupakan salah satu air terjun yang sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat tuban. Biasanya anak-anak muda menyebutnya WBL (Wisata Banyu Langsih). meskipun tidak sepopuler air terjun nglirip namun air terjun banyu langsih menawarkan pesona alam yang cukup indah bagi pengunjungnya.

Air terjun banyu langsih terletak di desa Boto Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, dengan koordinat -6.918173,112.003774. Untuk menuju ke lokasi ini  tidak terlalu jauh, hanya berjarak sekitar 15 menitan dari pusat kota.

Gang masuk air terjun banyu langsih
Dari alun-alun kota Tuban ambil arah semarang, sampai di pertigaan Rest Area belok kiri. Ketemu bulatan patung Letda Sucipto belok kanan mentok ketemu pertigaan belok kiri. Di pertigaan SMPN 4 belok kanan dan ikuti jalan utama melewati Perumahan Semen Gresik (SI). Setelah jembatan kecil ada perempatan belok kiri, lurus saja melewati persawahan. Setelah SDN Tegalrejo ada pertigaan belok kanan sampai masuk desa Boto. Setelah Balai desa Boto terdapat pertigaan gang Banyu Langsih belok kiri sampai terlihat sungai.[lihat peta disini]

Saat sampai anda akan merasakan kesejukan udara dan rindangnya pepohonan bambu yang  berjajar di pinggir sungai. Suara gemericik air terjun sudah terdengar saat anda memarkirkan kendaraan. Air terjun banyu langsih memiliki beberapa air terjun dengan ketinggian yang berbeda-beda, banyak sekali batu-batu besar yang mengapit aliran air.

aktivitas mencuci warga
Selain sebagai tempat wisata, lokasi ini juga dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mandi, mencuci dan memandikan hewan ternak namun agak jauh dari air terjun. Jika ingin ke air terjun Banyu langsih sebaiknya tidak terlalu pagi atau terlalu sore karena biasanya banyak orang mandi dan sebagian diantaranya tidak berbusana (yang cowok jangan ngeres, yang mandi bugil itu cowok juga!).

oke, selamat berlibur akhir pekan..... salam lertari dan jangan nyampah!...










Jumat, 17 April 2015

Museum Trowulan Mojokerto

 
Arca raja Airlangga menunggang garuda
Museum Trowulan atau Museum Majapahit merupakan museum arkeologi terbesar di Indonesia yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Untuk menuju ke tempat ini sangatlah mudah, bisa melalui Surabaya maupun Jombang. Jika dari terminal Bungurasih Surabaya ambil bis jurusan Jombang dan turun di perempatan Trowulan, Mojokerto. Sedangkan dari Jombang  bisa ambil jalur bis arah Surabaya dan turun di perempatan Trowulan, Mojokerto. Sampai di perempatan Trowulan masuk ke selatan sekitar 2 km., setelah melawati kolam besar pada sisi kiri jalan berarti kamu sudah sampai lokasi museum trowulan yang terdapat di kanan jalan[lihat peta di sini]
 
Pintu masuk museum
Museum Trowulan awal mulanya diprakarsai oleh Bupati Mojekrto yang bernama R.A.A. Kromodjojo Adinegara bersama seorang arsitek sekaligus arkeolog Belanda bernama Sir Ir. Henri Maclain Point mendirikan Oudheidkundige Vereeniging Majapahit (OVM) pada tanggal 24 April 1924. Yaitu perkumpulan yang bertujuan untuk meneliti peninggalan-peninggalan Majapahit. OVM menempati sebuah rumah di situs Trowulan untuk mnyimpan artefak-artefak yang diperoleh baik melalui penggalian arkeologis, survey maupun penemuan secara tidak disengaja.
 
koleksi arca di galeri utama
Seiring dengan perkembangan waktu maka OVM memiliki jumlah koleksi yang melimpah. Semakin banyak jumlah tersebut maka pada tahun 1926 OVM mendirikan museum bernama Museum Trowulan.
Arca pada halaman depan museum


Saat ini koleksi Museum Trowulan tidak hanya menyimpan peninggalan arkeologi dari masa majapahit saja, tetapi juga menampilkan berbagai temuan arkeologi dari seluruh Jawa Timur. Mulai dari era raja Airlangga, Kediri, hingga era singosari, malang.
 
Peta situs trowulan
Museum trowulan berdiri di atas lahan seluas 57.625 meter persegi. Pada bangunan utama terdapat empat ruang utama, dari pintu masuk terdapat batu relief lambang kerajaan majapahit, pada dinding-dinding museum berjejer foto dan tulisan sejarah awal berdirinya museum. Masuk ruang sebelah kanan merupakan koleksi logam, seperti alat-alat upacara, mata uang kuno, senjata, alat music, guci, dan bokor.
model rumah masa majapahit

Pada ruang tengah yang agak kecil berisi alat-alat dan fosil dari masa prasejarah. Yang paling besar adalah fosil kepala gajah purba (mungkin semacam mamooth). Terdapat juga prasasti-prasasti brtuliskan huruf cina dan arab.
prasasti dari makam siti fatimah binti maimun gresik

Melewati lorong sebelum masuk ruang yang paling besar terdapat benda-benda peninggalan Sir Ir. Henri Maclain Point berupa seperangkat meja kursi kayu dengan perpaduan ukiran jawa dan eropa.

terakota manusia
Ruang paling besar sendiri berisi berbagai koleksi yang tertata rapi berdasarkan klasifikasinya. Diantaranya adalah koleksi batu (arca, relief, prasasti, komponen candi), koleksi keramik (guci, piring, mangkuk, teko,sendok yang berasal dari cina, Thailand dan Vietnam), koleksi tanah liat (terakota manusia, alat-alat rumah tangga, alat-alat produksi).
salah satu koleksi prasasti

Puas melihat-lihat koleksi di dalam gedung, berlanjut ke belakang gedung yang berbentuk pendapa justru menyimpan koleksi Arca, relief, prasasti dan komponen candi dengan ukuran besar dan cukup banyak, saking banyaknya bahkan sebagian hanya diletakkan seadanya di pojokan.
beberapa model kaligrafi jawa kuno

Salah satu yang paling terkenal adalah arca raja Airlangga yang digambarkan sebagai dewa wishnu mengendarai garuda yang berasal dari Candi Belahan, Ampelgading Malang. Sebuah arca bersayap yang dianggap sebagai perwujudan raja Blambangan.
uji kemiripan hahaha

Tiket masuk museum trowulan hanya Rp. 1.500 untuk pelajar dan Rp. 2.500 untuk pengunjung umum. Buka dari selasa-minggu pukul 07:30-15:30, sedangkan hari senin dan hari libur nasional museum ini tutup.

Happy traveling dan jangan nyampah! 


Rabu, 15 April 2015

Patung Budha Tidur Mojokerto



Patung Budha tidur atau biasa disebut Sleeping Budha Mojokerto terletak di komplek Maha Vihara Majapahit desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto JATIM. Untuk menuju ke tempat ini tidak terlalu sulit karena lokasi patung budha tidur masih dalam kawasan obyek wisata trowulan. Tidak jauh dari kantor BP3 Jatim di Trowulan. Tanya saja pada orang yang lewat pasti dikasih tahu jalannya. Titik koordinat -7.556132,112.369772. selengkapnya [lihat lokasi di sini]
Melihat lebih dekat

Patung berwarna keemasan ini memiliki panjang 22 meter dengan lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter. dinobatkan museum rekor indonesia (MURI) sebagai patung budha tidur terbesar di Indonesia dan terbesar nomor 3 di dunia, setelah Thailand dan Nepal.
Gerbang Maha Vihara Mojopahit
Halaman Depan Wihara

Patung Budha Tidur dibuat tahun 1993 dengan bahan beton yang dipahat perajin patung asal Trowulan. Patung ini menggambarkan wafatnya sang Buddha, Siddharta Gautama dalam kondisi tertidur. Awalnya patung ini disediakan bagi komunitas Agama Buddha saja, tapi dalam perkembangannya patung ini menjadi obyek wisata alternatif.

Bagian bawah patung terdapat relief-relief yang menggambarkan kehidupan Buddha Gautama, hukum karmaphala dan hukum tumimbal lahir. Tak jauh dari patung Buddha terdapat kolam air yang ditumbuhi tanaman teratai yang melambangkan kehidupan sang Buddha dan ajaran Agama Buddha.
Deretan patung Budha di halaman depan Wihara

Selain Sleeping Budha masih terdapat banyak patung lain di Maha Vihara Majapahit, ketika baru masuk gerbang saja kita sudah disambut deretan patung budha dengan posisi tangan yang berbeda. Ada juga patung budha four face dan miniatur candi borobudur.

Budha Four Face

Patung Budha Di Altar Utama
Bagi pengunjung dari luar kota atau yang ingin menginap disediakan penginapan dengan tarif sukarela. Meskipun sukarela namun fasilitasnya sangat nyaman dan ber-AC.
Penjual Souvenir dari harga 5 ribuan - ratusan ribu
Mengatur GPS untuk menuju rute selanjutnya

Jumat, 10 April 2015

Pantai Pasir Putih Remen Tuban

Setelah sukses mengenalkan wisata pantai cemara, pantai sowan dan pantai kelapa ke semua pecinta traveling, Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Tuban sedang gencar-gencarnya mempromosikan wisata alam lain yang ada di wilayah tuban. salah satunya adalah pantai pasir putih.

Pantai ini berada di daerah Jenu dengan titik koordinat -6.766045,111.968873,[buka lokasi di sini] . berjarak sekitar 20 km. dari pusat kota tuban. Untuk menuju pantai pasir putih tidaklah sulit, dari Alun-alun Tuban ambil jalur lurus ke barat yang biasa dilewati bis patas surabaya-semarang menuju desa jenu, setelah melewati pasar / masjid jenu masuk pertigaan arah mentoso pada sisi kanan jalan. Ikuti saja jalan utama yang ada sampai terdapat persimpangan Masjid ringin ambil kanan (mengikuti jalur utama) sampai mentok tikungan SD mentoso. Lurus terus hingga ketemu balai desa remen di sebelah kiri jalan.  10 meter setelah balai desa terdapat tulisan petunjuk arah (ke utara) menuju lokasi pasir putih.

Kesan pertama saat memasuki kawasan wisata pasir putih adalah serasa kita berada di segara anakan pulau sempu. Terdapat danau besar dengan deretan pohon cemara laut seakan menyambut setiap pengunjung yang datang. gerombolan ikan terlihat berenang bebas kesana - kemari.

pada sisi pantai, hamparan pasir putih membentang sepanjang lebih dari 2 km dengan kejernihan air lautnya yang tak kalah dengan keindahan pantai senggigi di Lombok seakan mengajak untuk bermain air dan merasakan butiran pasir pada telapak kaki kita.

Pantai pasir putih ini resmi dibuka pada 22 Pebruari 2015 kemarin dan dikelolah oleh pemerintah desa remen. Terdapat banyak sekali tenda-tenda pedagang berjejer di sekitar pantai, meskipun terlihat sederhana namun tertata dengan rapi dan bersih.

Satu hal lagi yang saya suka dari pantai pasir putih ini adalah kebersihannya yang masih terjaga baik. banyak sekali tong sampah yang tersedia, terakhir beberapa waktu lalu teman-teman dari komunitas fotografi juga menyumbangkan tong sampah saat mengadakan acara jambore fotografi di tempat ini.

Berdasarkan penuturan  seorang ibu pedagang es, setiap jum'at pagi petugas pabrik Pertamina yang tak jauh dari lokasi pantai dibantu masyarakat rutin mengadakan pembersihan pantai.

Selain aktifitas bermain pasir, berenang, mancing dan foto-foto, pantai yang berada di ujung tanjung awar-awar ini juga sudah bisa digunakan untuk acara perkemahan dan outbond. Namun belum ada fasilitas yang memadai di dalam kawasan pantai, seperti listrik dan MCK. Jadi saat pengunjung hendak madin atau bilas air harus berjalan ke sumur besar yang terdapat di selatan pantai.

Masih tanya tiket masuk? di sini GRATIS!... asal anda harus segera keluar ketika pukul 5 sore karena lokasi wisata harus tutup dari segala aktivitas.

Oke, Happy traveling dan jangan nyampah!...

















Selasa, 07 April 2015

Jembatan Cincin Lama Babat

Berada di Sungelebak, kota Babat Kabupaten Lamongan. Dari Pasar Babat ke arah kab. bojonegoro sebelum gapura masuk Bojonegoro belok kanan. Dengan titik koordinat -7.109836,112.154464 . [lihat lokasi di sini]

Jembatan cincin lama babat merupakan jembatan bekas rel kereta api peninggalan kolonial Belanda dan sudah tidak beroperasi sejak tahun 1980-an. Saat ini jembatan cincin lama dijadikan jalur alternatif warga sekitar karena jembatan yang baru berjarak sekitar 2 km. dari jembatan lama.

Jembatan ini sering dijadikan lokasi hunting foto komunitas fotografi daerah Lamongan, Tuban dan Bojonegoro. tidak jarang pula ada pasangan pengantin melakukan pemotretan prewedding di lokasi ini.

Selain rangka besi yg kokoh & balok-balok kayu tua, keunikan jembatan sepanjang 300 meteran yg melintasi bengawan solo ini adalah menjadi jembatan penghubung perbatasan 3 kabupaten. yakni Tuban, lamongan & bojonegoro. Ada sensasi ketegangan saat melintas.
Karena faktor usia jembatan yang sudah tua dan banyak balok kayu yang keropos maka jembatan ini hanya dipergunakan untuk lalu-lalang kendaraan kecil saja (onthel, motor, becak).

Bagian ujung kedua sisi jembatan terdapat dua lengkungan besi yang menambah keunikan jembatan cincin lama. Jadi ketika anda melintas di daerah babat atau belanja di pasar Babat silahkan saja mampir ke jembatan cincin lama dan menikmati kesegaran es teh di warung bawah jembatan.